Rabu, 17 Februari 2010

Teknologi Game

Definisi Game

Game atau yang dalam bahasa Indonesia berarti permainan ini merupakan suatu aktivitas yang biasanya dilakukan untuk kesenangan atau hobi. Definisi game yang diungkapkan oleh Agustinus Nilwan yaitu permainan komputer yang dibuat dengan teknik dan metode animasi. Jika ingin mendalami penggunaan animasi haruslah memahami pembuatan game. Atau jika ingin membuat game, maka haruslah memahami teknik dan metode animasi, sebab keduanya saling berkaitan. Dalam definisi lain, permainan adalah aktivitas suatu bentuk seni dimana peserta disebut pemain, membuat keputusan dalam rangka untuk mengelola sumber daya melalui permainan tanda dalam mengejar tujuan.

Sejarah Game

Apabila kita membicarakan tentang game, apakah anda pernah berfikir darimanakah asal mula game, bagaimanakah sejarah terciptanya game?? Asal mula permainan yaitu pada tahun 1952 di Universitas Cambridge, A.S Douglas menulis sebuah tesis untuk gelar sebuah PhD-nya mengenai interaksi antara manusia dan komputer. Dalam tesisnya itu beliau menciptakan suatu permainan komputer yang diangkat dari permainan tradisional yang bernama Tic-Tac-Toe. Game ini diprogram dengan menggunakan komputer EDVAC vacum tube yang memiliki layar CRT. Kemudian pada tahun 1958 William Haginbotham menciptakan video game pertamanya yang kemudian diberi judul Tennis for Two. Berbeda dengan Douglas yang memainkan gamenya pada komputer EDVAC vacum tube, William mencipatakan dan memainkan gamenya tersebut di osciloscope. Akan tetapi game komputer yang benar-benar diciptakan menggunakan komputer adalah Spacewar. Pada saat itu sekitar tahun 60-an komputer merupakan barang yang sangat mewah yang biasanya dipakai untuk kepentingan riset dalam dunia militer. Tapi ada seseorang yang sangat nge-fans dengan kisah fiksi ilmiah berjudul Skylark karangan Edward E Smith yang bernama Steve Russel memiliki ketertarikan akan hal lain. Dia dan teman-temannya yang sama-sama menyukail kisah fiksi tersebut membuat game yang diberi nama Spaceware. Kebetulan Steve bekerja menggunakan sebuah komputer mainframe bernama MIT PDP-1 yang biasa dipakai untuk perhitungan statistik. Dengan komputer itulah dia membuat Spaceware di tahun 1961. Game generasi kedua diciptakan oleh Nolan Bushnell dan Ted Dabney pada tahun 1971. Mereka menciptakan game yang diberi nama Komputer Space yang didasari oleh Spacewar. Komputer Space ini merupakan game pertama yang ber-genre arcade. Kemudian di tahun 1972 Nolan dan Ted baru memulai Atari komputer. Kemudian dia mengembangkan game yang berjudul Pong yang merupakan game pertama yang tersedia untuk publik, karena sebelumnya game-game itu hanya ada dalam komputer mainframe untuk kesenangan sendiri saja. Asal usul Pong dimulai saat Nolan ingin membuat game yang sederhana dan mudah dimengerti. Dengan memory dan micro processor kelas rendah, kemampuan proses yang terbatas dan grafis yang sederhana, akhirnya dia membuat versi elektronik dari permainan ping pong yang kemudian menjadi Pong. Pada tahun 1980 Atari mengeluarkan game yang berjudul Asteroid dan Lunar Lander. Kedua game tersebut merupakan game pertama yang didaftarkan pada kantor hak cipta untuk mendapatkan paten. Pada tahun inilah terjadi penjualan yang meningkat dari PC yang biasa dipakai untuk game. Dan kini komputer bersaing dengan konsol seperti PS atau X-box. Dan komputer tidak hanya sebagai mesin untuk kepentingan bisnis semata, tapi juga untuk hiburan seperti game.

Klasifikasi Game

Game ini sendiri mempunyai beberapa jenis klasifikasi, diantaranya :

© Sport game

Sport game yaitu game yang menyerupai olahraga seperti aslinya misalkan bermain game basket atau sepak bola dimana sebagai player bisa mengendalikan permainan tersebut.

© Simulasi
Istilah "permainan" dapat mencakup simulasi atau berlakunya kembali berbagai kegiatan atau gunakan dalam "kehidupan nyata" untuk berbagai tujuan: misalnya, pelatihan, analisis, prediksi.
Contoh terkenal adalah permainan perang dan Roleplaying. Akar makna ini mungkin berasal dari permainan prasejarah manusia dideduksi oleh antropologi dari mengamati budaya primitif, di mana permainan anak-anak meniru kegiatan orang dewasa untuk tingkat yang signifikan: berburu, berperang, perawatan, dll Jenis-jenis permainan yang diawetkan dalam modern.

© RPG adventure (Role Playing Game) merupakan salah satu jenis game yang mengendalikan satu player untuk menuju ke suatu tujuan akhir dari game tersebut. dimana di dalamnya terdapat alur dari game tersebut.

© Puzzle Game yaitu salah satu jenis game yang mengandalkan logika dari pemain/ user untuk menyelsaikan permainan.

Game Online

Game online merupakan suatu jenis permainan video atau permainan komputer dengan menggunakan jaringan komputer. Media yang digunakan game online ini umumnya internet. Permainan online terdiri dari dua unsur utama, yaitu server dan client. Server adalah penyedia layanan gaming yang merupakan basis agar client-client yang terhubung dapat memainkan permainan dan melakukan komunikasi dengan baik. Suatu server pada prinsipnya hanya melakukan administrasi permainan dan menghubungkan client-client. Sedangkan client adalah pengguna permainan dan memakai kemampuan server.

Sumber :

http://inron01.blogspot.com/2008/11/sejarah-game.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Game

Jumat, 15 Januari 2010






Kehidupan Masayarakat Desa Setia Asih

Desa yang terletak di Kecamatan Taruma Jaya, Bekasi Utara ini bernama Desa Setia Asih. Desa ini tergolong dalam desa yang masih kesulitan untuk mendapatkan air bersih serta sarana mandi, cuci, dan kakus (MCK). Bagi sebagian orang yang belum pernah melihat air kali di desa ini pasti akan langsung menerawang kemana-mana pikirannya, bahkan tidak jarang membuat perut mual. Tetapi bagi warga yang tinggal di sepanjang bantaran kali tersebut air kali ini menjadi sumber kehidupan bagi mereka. Bagi anak kecil, mereka bisa berenang di kali itu sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya lagi untuk berenang. Anak-anak kecil itu terlihat bahagia sekali ketika berenang di kali tersebut. Tidak ada kata jijik bagi mereka karena mereka sudah terbiasa dengan keadaan lingkungan di sana.

Di Desa Setia Asih ini hingga saat ini masih cukup banyak desa yang belum memiliki sarana pendidikan yang memadai. Sebagai contoh adalah sebuah Sekolah Dasar yang terdapat di Desa Setia Asih yaitu SDN Setia Asih 04 yang kami datangi untuk mengerjakan tugas softskill ini. Dalam satu desa hanya terdapat sebuah bangunan Sekolah Dasar dan itupun jaraknya cukup jauh dari tempat tinggal penduduk setempat. Di Desa Setia Asih ini kami mendapati rumah-rumah penduduk yang terbuat dari kayu yang beratapkan genting. Rumah-rumah penduduk ini kebanyakan yang tidak dicat. Jarak antara satu rumah dengan rumah yang lainnya bisa dibilang cukup jauh. Disana kami berbincang-bincang dengan seorang anak yang bernama Udin. Udin pun sedikit bercerita tentang kehidupan dia dan penduduk sekitar. Andai saja mereka punya uang yang cukup, tidak ada orang yang mau menyekolahkan anaknya di desa mereka. Bayangkan saja, untuk menempuh perjalanan dari rumah mereka menuju sekolah saja sangat jauh. Dengan berjalan kaki membutuhkan waktu satu hingga dua jam untuk tiba di sekolah mereka. Tetapi karena Udin mempunyai sepeda, maka dia menggunakan sepedanya itu jika berangkat sekolah sehingga Udin bisa lebih menghemat waktu. Selain Udin, kami menemui seorang anak perempuan berusia 12 tahun yang kebetulan juga murid kelas 5 SDN Setia Asih 04 yang bernama Desi. Menurut penuturan Desi, setiap pagi dirinya harus bangun pagi dan harus sudah siap berangkat sekolah sekitar pukul 06.00 WIB. Di saat matahari belum menampakkan sosoknya, gadis itu sudah harus berjalan dalam kegelapan untuk menuju sekolahnya. Desi berangkat sekolah dengan berjalan kaki dan dengan uang jajan seadanya. Untungnya Desi tidak sendirian, ada Ira, Wati, dan Sulasmini yang merupakan teman sekelasnya. Mereka melewati jalan setapak yang disekelilingnya adalah sawah. Dikala hujan, jalan yang mereka lewati untuk mencapai sekolah menjadi becek dan merekan pun tiba di sekolah dengan pakaian yang kotor karena terkena lumpur.